Banyak yang mengatakan persahabatan akan
berlangsung seumur hidup jika mereka telah menjalin persahabatan selama 7 tahun
atau lebih. sempat aku berpikir apakah aku akan menjalin persahabatan macam
itu? -menerima kekurangan dan kelebihanku selama 7 tahun atau lebih, bahkan
sampai akhir hayatku-
Selalu kubersyukur karena Allah Swt telah
memberikan sahabat yang begitu aku sayangi walaupun ku tak tahu mereka
menyayangiku juga atau tidak. Aku hanya bisa berbaik sangka bahwa selama ini
sahabat-sahabat yang selalu ada disekitarku merupakan mereka yang peduli dan
sayang terhadapku.
Memiliki orang-orang terdekat -setelah
keluarga- (meskipun kami tidak memiliki hubungan biologis tetapi
kepeduliannya menyerupai kepedulian keluargaku terhadapku) itu merupakan suatu
anugerah yang Allah swt berikan. Mereka juga telah memilihku sebagai
sahabatnya, itu berarti aku telah diterima sebagai orang yang mereka percaya
untuk berbagi rasa dan cerita.
Sepanjang perjalanan hidupku hingga sekarang
beranjak 20 tahun ini, banyak sudah orang-orang yang kutemui. Mulai dari si
pembuat kenangan, si pemberi pelajaran sampai si pemberitahu bahwa rasa sakit
itu bisa menjadikanku semakin kuat menghadapi masalah yang akan menghadang
dikemudian hari.
Ada yang mampir sehari lalu pergi, ada yang
menetap sampai seminggu tapi ujung-ujungnya juga pergi. Aku sangat
berterima kasih kepada mereka semua. Tetapi dari sekian banyak orang yang
kutemui tadi masih ada orang-orang yang sampai saat ini masih rela kujadikan
korban pendengar setiaku ketika ada masalah, orang yang ikhlas waktunya
kugunakan hanya untuk sekedar hal-hal bodoh yang kuciptakan saat kita bertemu,
orang yang ku junjung tinggi kesetiaannya walau memang kadang kita sering
berselisih pendapat tentang mana yang benar dan yang lebih benar, mengalami
salah paham jika ada yang tidak jujur diantara kita, lebih sering mementingkan
ego masing-masing. Tapi ingat! itulah yang dinamakan persahabatan. memberikan
pelajaran disetiap kejadian. menjadikan diri makin dewasa dengan segala konflik
dan mulai saling memahami bahwa pemikiran kami memang berbeda tapi justru itu
sebagai hiasannya. itulah mereka para sahabatku.
Sahabat,
maafkan temanmu yang bodoh ini. Terkadang diri ini lupa bahwa ada ke-egoisan
yang harus dilawan untuk membuat persahabatan kita tetap utuh. tidak dapat
dipungkiri bahwa akan ada orang-orang baru yang masuk ke hidup kalian seiring
bertambahnya usia. Begitupun aku. Tapi tenanglah! aku tidak akan begitu
mudahnya melupakan goresan-goresan pelangi indah yang telah kalian gambarkan
didalam ingatanku. Walaupun sekarang kita mulai sibuk dengan kegiatan
masing-masing, aku harap masih ada secercah waktu untuk kita bersua dan
bercengkrama lagi.
Semoga
persahabatan kita berlangsung seperti kata orang-orang, sampai 7 tahun bahkan
sampai Allah swt mengambil ruh yang hakikatnya memang milik-Nya ini kembali
kepada-Nya.
Aamiin.
This is our mine
TNN












Tidak ada komentar:
Posting Komentar