Senin, 07 Maret 2016

Catatan Hati Seorang Sahabat (CHSS)

          Banyak yang mengatakan persahabatan akan berlangsung seumur hidup jika mereka telah menjalin persahabatan selama 7 tahun atau lebih. sempat aku berpikir apakah aku akan menjalin persahabatan macam itu? -menerima kekurangan dan kelebihanku selama 7 tahun atau lebih, bahkan sampai akhir hayatku-
Selalu kubersyukur karena Allah Swt telah memberikan sahabat yang begitu aku sayangi walaupun ku tak tahu mereka menyayangiku juga atau tidak. Aku hanya bisa berbaik sangka bahwa selama ini sahabat-sahabat yang selalu ada disekitarku merupakan mereka yang peduli dan sayang terhadapku.
Memiliki orang-orang terdekat -setelah keluarga- (meskipun kami tidak memiliki hubungan biologis tetapi kepeduliannya menyerupai kepedulian keluargaku terhadapku) itu merupakan suatu anugerah yang Allah swt berikan. Mereka juga telah memilihku sebagai sahabatnya, itu berarti aku telah diterima sebagai orang yang mereka percaya untuk berbagi rasa dan cerita.
Sepanjang perjalanan hidupku hingga sekarang beranjak 20 tahun ini, banyak sudah orang-orang yang kutemui. Mulai dari si pembuat kenangan, si pemberi pelajaran sampai si pemberitahu bahwa rasa sakit itu bisa menjadikanku semakin kuat menghadapi masalah yang akan menghadang dikemudian hari.
Ada yang mampir sehari lalu pergi, ada yang menetap sampai seminggu tapi ujung-ujungnya juga pergi.  Aku sangat berterima kasih kepada mereka semua. Tetapi dari sekian banyak orang yang kutemui tadi masih ada orang-orang yang sampai saat ini masih rela kujadikan korban pendengar setiaku ketika ada masalah, orang yang ikhlas waktunya kugunakan hanya untuk sekedar hal-hal bodoh yang kuciptakan saat kita bertemu, orang yang ku junjung tinggi kesetiaannya walau memang kadang kita sering berselisih pendapat tentang mana yang benar dan yang lebih benar, mengalami salah paham jika ada yang tidak jujur diantara kita, lebih sering mementingkan ego masing-masing. Tapi ingat! itulah yang dinamakan persahabatan. memberikan pelajaran disetiap kejadian. menjadikan diri makin dewasa dengan segala konflik dan mulai saling memahami bahwa pemikiran kami memang berbeda tapi justru itu sebagai hiasannya. itulah mereka para sahabatku.
          Sahabat, maafkan temanmu yang bodoh ini. Terkadang diri ini lupa bahwa ada ke-egoisan yang harus dilawan untuk membuat persahabatan kita tetap utuh. tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada orang-orang baru yang masuk ke hidup kalian seiring bertambahnya usia. Begitupun aku. Tapi tenanglah! aku tidak akan begitu mudahnya melupakan goresan-goresan pelangi indah yang telah kalian gambarkan didalam ingatanku. Walaupun sekarang kita mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing, aku harap masih ada secercah waktu untuk kita bersua dan bercengkrama lagi.
          Semoga persahabatan kita berlangsung seperti kata orang-orang, sampai 7 tahun bahkan sampai Allah swt mengambil ruh yang hakikatnya memang milik-Nya ini kembali kepada-Nya.
Aamiin.
















This is our mine

TNN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar