Assalamu 'alaikum sahabat :)
Pada kesempatan ini aku mau share
sedikit ilmu yang kalau diamalkan Insya Allah menjadi sangat bermanfaat untuk
kehidupan didunia maupun akhirat..
Tepatnya saat itu aku dan
teman-teman seperjuangan pondokku Alhamdulillah tengah melaksanakan Wisuda
Kelulusan kami di Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah tercinta Pimpinan K.H.
Muhammad Sobron Zayyan, MM . Seperti biasa, dari tahun ke tahun didalam susunan
acara kelulusan wisuda PP Al-Qur'aniyyah terdapat Orasi Ilmiah yang dibawakan
oleh para orator-orator ulung yang insya Allah diridhoi oleh Allah swt. pada
kesempatan wisuda angkatan kami ini orasi ilmiah tersebut dibawakan oleh Prof.
DR. H. Darwis Hude, MA. Beliau menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Institut
PTIQ Jakarta dan Dosen Luar Biasa pada beberapa lembaga pendidikan tinggi di
Jakarta. Menyelesaikan Sarjana S-2 Psikologi Pendidikan Program Pascasarjana
Universitas Indonesia dan Sarjana S-3 Pengkajian Islam Program
Pascasarjana UIN “Syarif Hidayatullah” Jakarta, salah satu tulisan beliau
Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam Al-Quran (2006).
Berikut adalah isi orasi
ilmiah yang aku rangkum kembali setelah aku coba dengerin lagi orasinya lewat
rekaman (soalnya pas acara wisuda ga terlalu merhatiin orasinya ;') ) dan
ternyata isi orasinya itu Subhanallah! Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang
sia-sia (Q.S Ali-Imran : 191)
1. Senantiasa Tunduk dan Patuh
Pensil senantiasa mengikuti gerakan
jari-jari tangan si pengguna. ia selalu mengikuti goresan demi goresan tanpa
ada perlawanan sedikitpun. artinya kita sebagai manusia juga harus senantiasa
Ta'at kepada sang pencipta Pemilik Langit dan Bumi beserta isinya yaitu Allah
swt (Q.S An-Nisa : 59) Mengamalkan Al-Qur'an dan Sunnah, menjalani setiap
perintah dan menjauhi segala larangan-Nya serta loyal, tunduk dan patuh
terhadap Qudrah wa Iradah-Nya.
2. Harus senantiasa diraut agar mendapatkan keruncingan
yang diinginkan
Dalam hal ini, seluruh manusia di muka
bumi pasti memiliki potensi masing-masing yang mesti dicari tahu dan kita
dituntut untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai bidang kita (Q.S Al-Isra' :
84) Maka kita harus mengetahui apa sebenarnya potensi yang kita miliki
dan mengembangkannya . Lewat potensi itu manusia harus mau menjalani proses
yang sulit agar mendapatkan hasil yang dinginkan yaitu Ridho Allah swt. dengan
cara meruncingkan mata batinnya , membuka hati lebar-lebar, selama ini apa
sebenarnya tujuan hidupnya.
3. Dikatakan bagus apabila bagian dalamnya (grafit) bagus
Begitu pula manusia,
dinilai bagus/baik apabila bagian dalamnya juga bagus. apakah bagian dalamnya
itu? ia adalah segumpal daging yang sangat berpengaruh pada manusia yang
disebut Hati. jika seseorang ingin dikatakan bagus secara zhohiriah, maka
terlebih dahulu ia harus membaguskan bathiniyahnya. dengan memiliki hati yang
bersih, jauh dari berbagai macam penyakit hati (Q.S Al-Falaq : 5) dan
senantiasa mengingat Allah swt, insya Allah alur kehidupannya pun menjadi
sangat bagus.
4. Ada kalanya salah menulis, tetapi harus cepat-cepat dihapus
dan diperbaiki
Setiap manusia pasti pernah melakukan
kesalahan, tidak ada yang tidak pernah salah. baik dalam perbuatan, perkataan,
dan pikiran. tetapi alangkah baiknya segera kita hapus kesalahan itu dengan
cara yang benar. jika kita terlalu sering menghapus ditempat yang sama, maka
kertas pun akan sobek. begitu juga kesalahan yang kita perbuat, jangan
melakukan kesalahan yang sama berulang kali, karena kepercayaan orang lain
terhadap kita pun akan hilang.
5. Bisa membuat lingkaran dan garis lurus tetapi tidak
sesempurna dengan bantuan jangka dan penggaris
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial,
Adam smith menyebut istilah tersebut dengan Homo Homini Lupus berarti
manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya. setiap sesuatu itu harus
bersinergi. manusia tidak luput dari bantuan manusia lainnya. maka dari itu
dalam Al-Qur'an kita diperintahkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan
dan taqwa (Q.S Al-Maidah : 2)
6. Beragam macamnya
Ada pensil untuk anak yang baru sekolah, seniman,
arsitektur, tukang kayu dan untuk yang sedang UN. masing-masing memiliki ciri
khas dan fungsi. Dalam kehidupan, keragaman telah diciptakan oleh Allah swt
(Q.S Al-Hujurat :13) oleh karena itu kita harus saling menghormati satu sama
lain. karena perbedaan adalah rahmat.
7. Apabila jatuh , pensil akan patah tapi jika diraut lagi insya
Allah masih bisa digunakan
Jika kita mengalami kegalalan , janganlah
cepat-cepat berputus asa. karena Allah melarang kita untuk berputus asa (Q.S
Yusuf : 87) Semangatlah , Bergeraklah. Kalau ada keinginan yang kuat dan mau
berusaha insya Allah rahmat Allah datang.
8. Selalu meninggalkan tanda (Mark)
Hati-hati dalam bertingkah laku dan berucap.
Ada baiknya dipertimbangkan terlebih dahulu secara matang apakah sudah benar
berada dijalan Allah swt atau belum. karena setiap perbuatan akan mendapatkan
balasan (Q.S. Al-Zalzalah : 7-8) jika sudah yakin maka Go Ahead!!
9. Bisa dipakai dimana saja
Pensil digunakan oleh siapapun dan dimanapun,
bahkan oleh seorang astronot yang sedang berada diluar angkasa. Mengapa
astronot membawa pensil bukan pulpen? karena jika menggunakan pulpen
tinta nya tidak akan turun karena tidak ada gravitasi diluar angkasa. Manusia
pun harus memberikan manfaat dimanapun ia berada. "Sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain" (H.R Bukhari Muslim)
10. Jika sudah terlalu pendek, paling tidak bisa dijadikan
ganjalan pintu atau menggulung benang
Se tua-tuanya
manusia, tidak ada yang tidak bermanfaat. Asalkan ia mau bergerak dan berkarya.
11. Pensil selesai berkhidmat, dipakai untuk ganjalan pintu pun
sudah tak bisa
Apabila seseorang
telah menemui ajalnya, maka telah selesailah khidmatnya sebagai hamba Allah Swt
dan umat Rasulullah Saw didunia ini. Tidak ada yang bisa memaju-mundurkan
waktunya sedikitpun.
Demikianlah isi orasi ilmiah yang dibawakan
oleh guru kita Prof. DR. H. Darwis Hude, MA. yang sudah aku rangkum. semoga
dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat :)
Wassalamu 'alaikum wr wb.