Selasa, 01 Desember 2015

CINTA dalam DIAM

Terjebak istilah “Cinta dalam Diam”   ðŸ’—😉


Hmm “cinta dalam diam” begitulah semboyan yang lagi nge-trend dikalangan para muslimah.
Memangnya mencintai dalam diam itu seperti apa sih? 
Apakah hanya sebatas dengan tidak memberitahukan pada ‘dia’ tentang perasaan kita? 
Ataukah sebatas memandanginya dari jauh?
Apakah cinta dalam diam itu, menundukan pandangan saat terlihat tapi curi-curi pandang saat ia sudah lewat? 
Apakah cinta dalam diam itu, menghapus namanya di kontak namun mematrinya di otak, bahkan hafal nomernya dan emailnya? 
Apakah cinta dalam diam itu, menjaga hijab dengannya di dunia nyata namun melepas semuanya ketika di dunia maya? Atau sebaliknya.
Apakah cinta dalam diam itu, pura-pura benci di dunia nyata tapi kepoin sosmednya setiap saat? Apakah cinta dalam diam itu, berusaha menjauhinya namun sms, bbm, komen, chat dengannya hingga larut malam? 
Apakah cinta dalam diam itu, berdalih ada keperluan padahal hanya ingin tahu keadaannya?
Apakah cinta dalam diam itu, merahasiakan perasaan namun posting status-status galau saat dia online, berharap ia membacanya?
Apakah cinta dalam diam itu, sok perhatian dengan dalih “kita ini saudara, sudah selayaknya saling memperhatikan sesama” ?
Apa seperti itu yang dinamakan cinta dalam diam? 

Tentu BUKAN, ini bukan cinta, ini modus.



Cinta dalam diam itu menyerahkan semua perasaan pada Allah,
Hanya kepada ALLAH. Berusaha sebisa mungkin mencintai-Nya dan menepis semua rasa cinta yang belum semestinya.
Cinta dalam diam itu, diamnya dalam taat, bukan diam dalam maksiat. 
Cinta dalam diam itu tidak memandangnya saat bertemu dan tidak memikirkannya saat jauh.
Cinta dalam diam itu menjaga, berusaha menghindari hal yang memang tidak perlu.
Cinta dalam diam itu, bukan sekedar diam melainkan terus membenahi diri.
Bukan karena si dia melainkan karena Allah, cinta dalam diam itu, 
TIADA CINTA SELAIN ALLAH, tidak ada perasaan selain menyerahkan segala rasa pada Allah, lalu bertawakal, bahwa jodoh Allah yang memilihkan, bukan kita.



Kontribusi oleh 
@insta.muslimah

Caption by @rindu.ade
#duniajilbab 
#cintadalamtaat

Senin, 05 Oktober 2015

FALSAFAH PENSIL

Assalamu 'alaikum sahabat :)

      Pada kesempatan ini aku mau share sedikit ilmu yang kalau diamalkan Insya Allah menjadi sangat bermanfaat untuk kehidupan didunia maupun akhirat..
       Tepatnya saat itu aku dan teman-teman seperjuangan pondokku Alhamdulillah tengah melaksanakan Wisuda Kelulusan kami di Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah tercinta Pimpinan K.H. Muhammad Sobron Zayyan, MM . Seperti biasa, dari tahun ke tahun didalam susunan acara kelulusan wisuda PP Al-Qur'aniyyah terdapat Orasi Ilmiah yang dibawakan oleh para orator-orator ulung yang insya Allah diridhoi oleh Allah swt. pada kesempatan wisuda angkatan kami ini orasi ilmiah tersebut dibawakan oleh Prof. DR. H. Darwis Hude, MA. Beliau menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta dan Dosen Luar Biasa pada beberapa lembaga pendidikan tinggi di Jakarta. Menyelesaikan Sarjana S-2 Psikologi Pendidikan Prog­ram Pascasarjana Universitas Indonesia dan  Sarjana S-3 Pengkajian Islam Program Pascasarjana UIN “Syarif Hidayatullah” Jakarta, salah satu tulisan beliau Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam Al-Quran (2006). 
       Berikut adalah isi orasi ilmiah yang aku rangkum kembali setelah aku coba dengerin lagi orasinya lewat rekaman (soalnya pas acara wisuda ga terlalu merhatiin orasinya ;') ) dan ternyata isi orasinya itu Subhanallah! Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia (Q.S Ali-Imran : 191)



1. Senantiasa Tunduk dan Patuh 

     Pensil senantiasa mengikuti gerakan jari-jari tangan si pengguna. ia selalu mengikuti goresan demi goresan tanpa ada perlawanan sedikitpun. artinya kita sebagai manusia juga harus senantiasa Ta'at kepada sang pencipta Pemilik Langit dan Bumi beserta isinya yaitu Allah swt (Q.S An-Nisa : 59) Mengamalkan Al-Qur'an dan Sunnah, menjalani setiap perintah dan menjauhi segala larangan-Nya serta loyal, tunduk dan patuh terhadap Qudrah wa Iradah-Nya.

2.  Harus senantiasa diraut agar mendapatkan keruncingan yang diinginkan

     Dalam hal ini, seluruh manusia di muka bumi pasti memiliki potensi masing-masing yang mesti dicari tahu dan kita dituntut untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai bidang kita (Q.S Al-Isra' : 84)  Maka kita harus mengetahui apa sebenarnya potensi yang kita miliki dan mengembangkannya . Lewat potensi itu manusia harus mau menjalani proses yang sulit agar mendapatkan hasil yang dinginkan yaitu Ridho Allah swt. dengan cara meruncingkan mata batinnya , membuka hati lebar-lebar, selama ini apa sebenarnya tujuan hidupnya.

3. Dikatakan bagus apabila bagian dalamnya (grafit) bagus

    Begitu pula manusia, dinilai bagus/baik apabila bagian dalamnya juga bagus. apakah bagian dalamnya itu? ia adalah segumpal daging yang sangat berpengaruh pada manusia yang disebut Hati. jika seseorang ingin dikatakan bagus secara zhohiriah, maka terlebih dahulu ia harus membaguskan bathiniyahnya. dengan memiliki hati yang bersih, jauh dari berbagai macam penyakit hati (Q.S Al-Falaq : 5) dan senantiasa mengingat Allah swt, insya Allah alur kehidupannya pun menjadi sangat bagus.

4. Ada kalanya salah menulis, tetapi harus cepat-cepat dihapus dan diperbaiki

    Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tidak ada yang tidak pernah salah. baik dalam perbuatan, perkataan, dan pikiran. tetapi alangkah baiknya segera kita hapus kesalahan itu dengan cara yang benar. jika kita terlalu sering menghapus ditempat yang sama, maka kertas pun akan sobek. begitu juga kesalahan yang kita perbuat, jangan melakukan kesalahan yang sama berulang kali, karena kepercayaan orang lain terhadap kita pun akan hilang.

5. Bisa membuat lingkaran dan garis lurus tetapi tidak sesempurna dengan bantuan jangka dan penggaris

    Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, Adam smith menyebut istilah tersebut dengan Homo Homini Lupus berarti manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya. setiap sesuatu itu harus bersinergi. manusia tidak luput dari bantuan manusia lainnya. maka dari itu dalam Al-Qur'an kita diperintahkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa (Q.S Al-Maidah : 2)

6. Beragam macamnya

    Ada pensil untuk anak yang baru sekolah, seniman, arsitektur, tukang kayu dan untuk yang sedang UN. masing-masing memiliki ciri khas dan fungsi. Dalam kehidupan, keragaman telah diciptakan oleh Allah swt (Q.S Al-Hujurat :13) oleh karena itu kita harus saling menghormati satu sama lain. karena perbedaan adalah rahmat.

7. Apabila jatuh , pensil akan patah tapi jika diraut lagi insya Allah masih bisa digunakan

    Jika kita mengalami kegalalan , janganlah cepat-cepat berputus asa. karena Allah melarang kita untuk berputus asa (Q.S Yusuf : 87) Semangatlah , Bergeraklah. Kalau ada keinginan yang kuat dan mau berusaha insya Allah rahmat Allah datang.

8. Selalu meninggalkan tanda (Mark)

    Hati-hati dalam bertingkah laku dan berucap. Ada baiknya dipertimbangkan terlebih dahulu secara matang apakah sudah benar berada dijalan Allah swt atau belum. karena setiap perbuatan akan mendapatkan balasan (Q.S. Al-Zalzalah : 7-8)  jika sudah yakin maka Go Ahead!!

9. Bisa dipakai dimana saja

    Pensil digunakan oleh siapapun dan dimanapun, bahkan oleh seorang astronot yang sedang berada diluar angkasa. Mengapa astronot membawa pensil bukan pulpen?  karena jika menggunakan pulpen tinta nya tidak akan turun karena tidak ada gravitasi diluar angkasa. Manusia pun harus memberikan manfaat dimanapun ia berada. "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain" (H.R Bukhari Muslim)

10. Jika sudah terlalu pendek, paling tidak bisa dijadikan ganjalan pintu atau menggulung benang

      Se tua-tuanya manusia, tidak ada yang tidak bermanfaat. Asalkan ia mau bergerak dan berkarya.

11. Pensil selesai berkhidmat, dipakai untuk ganjalan pintu pun sudah tak bisa

        Apabila seseorang telah menemui ajalnya, maka telah selesailah khidmatnya sebagai hamba Allah Swt dan umat Rasulullah Saw didunia ini. Tidak ada yang bisa memaju-mundurkan waktunya sedikitpun.

Demikianlah isi orasi ilmiah yang dibawakan oleh guru kita Prof. DR. H. Darwis Hude, MA. yang sudah aku rangkum. semoga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat :)
Wassalamu 'alaikum wr wb.

Minggu, 04 Oktober 2015

Rumah Besar


Hal yang paling kurindukan adalah berkumpul di "Rumah Besar" kita. dimana aku dibesarkan dengan kasih sayang seorang Raja yang kupanggil Abi dan seorang Ratu yang kupanggil Ummi..